Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) akan memperjuangkan
calon independen untuk Presiden RI. Adanya calon ini menjadi cambuk bagi
partai-partai politik untuk mengajukan calon-calon terbaik.
“Dengan
adanya calon perseorangan independen, partai-partai politik juga akan
mengusung calon-calonnya yang baik,” terang Ketua Keluarga Besar Pelajar
Islam Indonesia (PII), Sutrisno Bachir, saat Sarasehan ‘Merawat NKRI’
di Hotel Yogyakarta Plaza yang diselenggarakan Perhimpunan Keluarga
Besar PII, Minggu (5/2).
Sikapnya tersebut, katanya, hanyalah
penyambung lidah dari masyarakat yang menghendaki pemimpin nasional
orang yang bersih, jujur, dan tegas. Ia pun menyebut sosok Mahfud MD,
yang kini menjadi Ketua MK, dan Jusuf Kalla sebagai sosok yang sesuai
dengan kriteria tersebut.
Perbedaan di antara keduanya, terang
mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, hanya persoalan umur. JK
lebih tua dibandingkan dengan Mahfud.
“Kalau Mahfud mencalonkan seperti mimpi di siang bolong, siapa yang mencalonkan?” paparnya.
Pasalnya,
jalinan chemistry Mahfud dengan partai-partai politik tidak sama karena
sikapnya yang tegas untuk menghukum mati koruptor.
Untuk itu,
keluarga besar PII harus memperjuangkan agar diadakan perubahan
amandemen UUD 45, khususnya agar calon perseorangan diperbolehkan.
Dengan demikian, calon-calon dari partai politik pun akan diseleksi
secara ketat, tidak mencari sembarangan calon.
Menurutnya, apabila calon perseorangan diperbolehkan, keluarga PII juga bisa mencalonkan.
“Kalau orangnya (pilihan PII), Pak Mahfud itulah orangnya yang sekarang kita lihat memenuhi syarat,” ucapnya. (AT/OL-10/MICOM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar